Tampilkan postingan dengan label HIV AIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV AIDS. Tampilkan semua postingan

1 April 2010

Mari bicara tentang HIV/AIDS dengan orang tua, guru dan teman

Saya tahu apa yang kamu pikirkan. Mengapa saya harus membaca buku ini? Jawabannya adalah: karena buku ini berbicara tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi dan NAPZA, agar supaya kita tidak mengambil resiko dengan kehidupan kita.

HIV/AIDS dan memakai NAPZA dapat merenggut nyawa kita dalam sekejap mata. Tiba-tiba saja kehidupan kita yang indah dan terbentang luas didepan mata dalam sekejap menjadi jalan hidup yang penuh penderitaan dan bahkan dapat membawa pada kematian.

Saya tidak mengada-ada kalau saya memberitahukan pada kamu bahwa separuh dari jumlah kasus HIV yang baru, datang dari kelompok seumuran kamu. Saya juga tidak mengada-ada kalau saya bilang bahwa memakai NAPZA bisa membuat ribuan pemuda Indonesia menjadi seperti mayat hidup dan bisa juga tertular HIV karena menggunakan jarum suntik secara bersama-sama.

Hidup tidak harus seperti itu bila kita tahu caranya menghidari penularan HIV. Kita tahu bahwa belajar tentang HIV/AIDS dan Pendidikan Keterampilan Hidup seperti misalnya cara bernegosiasi, mengambil keputusan, berpikir kritis, komunikasi interpersonal serta keterampilan menyelesaikan konflik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang cerdas, seperti menunda melakukan hubungan seksual sampai kita cukup dewasa untuk me-lindungi diri kita sendiri dari penularan HIV, maupun Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya dan penyalahgunaan NAPZA.

Lebih lanjut
1. HIV/AIDS Booklet_part1
2. HIV/AIDS Booklet_part2
3. HIV/AIDS Booklet_part3
4. HIV/AIDS Booklet_part4

Sumber
http://www.unicef.org/

PERDA Kab Tasikmalaya No 4 Tahun 2007 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

Kabupaten Tasikmalaya, Sungguh memprihatinkan, karena dari Januari hingga November 2009 bahwa Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Tasikmalaya mendapat laporan bahwa 4 warga kabupaten Tasikmalaya positif terjangkit HIV/AIDS. Berdasarkan data akumulatif dari tahun 2005-2009, ternyata di kabupaten Tasikmalaya sebanyak 42 warga terjangkit HIV/AIDS dan 12 orang meninggal dunia.

"Pada tahun 2009 ini saja ditemukan kembali 4 orang. Hal perlu diingat, bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS bukan harus dikhawatirkan, melainkan menjadi jalan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan masyarakat yang berisiko tertular HIV/AIDS," kata Pengelola Program KPA Kab. Tasikmalaya, Drs.M. Ahmad Jayalaksana seperti dikutip media lokal, kemarin.

Apalabila tidak ada data atau masyarakat yang terbuka bahwa dirinya sudah tertular AIDS, menurut Ahmad Jaya, maka KPA tidak mengetahui keberadaan mereka dan sulit untuk mencari solusinya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menemukan kasus HIV/AIDS di kecamatan Singaparna, Manonjaya, Ciawi, Rajapolah, Sukaratu, Cikatomas, Bantarkalong, Salopa, Cibalong, Sukaraja, Puspahiang, Cineam, Mangunreja, dan Padakembang. Namun, penderita HIV/AIDS tertinggi terdapat di Kec. Singaparna dan Kec. Manonjaya.

Kendati demikian, Ahmad mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab menularnya penyakit itu, apakah dari Tasikmalaya atau dari luar daerah. ”Kalau melihat datanya, hampir 61% penderita yang sebagian besar berusia produktif tertular melalui jarum suntik atau penasun. Sedangkan pekerja seks komersial (PSK), gay, waria, ibu rumah tangga, bayi, dan balita tidak terlalu banyak,” tutuurnya.

Adapun kendala yang dihadapi KPA Kabupaten Tasikmalaya selama ini, lanjut Ahmad Jaya, adalah masih melekatnya stigma (citra buruk) penderita HIV/AIDS di mata masyarakat, sehingga membuat mereka enggan melaporkan dirinya kepada petugas bahkan kepada keluarganya.

Sumber
Kabar Indonesia, 2 Desember 2009

Silahkan Download
PERDA KAB TASIKMALAYA NO 4 TH 2007 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS

UNICEF Press Centre - Millennium Development Goals

UNICEF Press Centre - HIV/AIDS and children